dZTe9kigiJcuBouRetAHRDdwcRAmBAIwhhaOHbbX

Wajib Tahu! Kota dan Desa Paling Aneh di Seluruh Dunia

 

MAH Channel - Tempat tinggal adalah tempat yang akan selalu membekas di hati dan pikiran kita. Sebab, memori yang tercipta dan terkadang keunikannya yang gak ditemukan di tempat lain.


Setiap kota atau wilayah, bahkan desa memang punya karakteristik masing-masing. Namun ada yang saking uniknya karakteristiknya, beberapa kota dan desa di dunia ini dianggap aneh oleh kebanyakan orang seluruh dunia. Dilansir dari berbagai sumber, inilah kota dan desa yang dianggap aneh di seluruh dunia!



1. Sebuah Desa Dengan Populasi Hanya Satu Orang, Amerika Serikat



Monowi adalah sebuah kota yang berjaya pada tahun 1930-an di mana populasi mencapai 150 orang. Seperti komunitas kecil lainnya di dataran luas, tempat itu harus kehilangan banyak generasi mudanya karena harus pergi ke kota untuk mencari pengalaman dan karir yang lebih baik.


Selama sensus tahun 2000, desa ini punya total populasi sebanyak 2 orang, hanya sepasang suami istri bernama Rudy dan Elsie Eiler. Rudy meninggal pada tahun 2004, meninggalkan istrinya sebagai satu-satunya penduduk di sana.


Di desa ini, akhirnya Elsie berperan sebagai walikota, mengadakan lisensi minuman keras untuk dirinya dan membayar pajak untuk dirinya sendiri. Dia diwajibkan untuk membuat rencana jalan kota setiap tahun untuk mendapatkan dana negara untuk empat lampu jalan di desa tersebut.


2. Desa di Atas Panggung Laut, Filipina



Desa "panggung" terapung di Kotamadya Banguingui (sebelumnya Tongkil), Kepulauan Samales, Filipina. Filipina Selatan dan di Kepulauan Sulu yang termasuk Kepulauan Samales, adalah rumah para Badjaos.


Kaum Badjaos adalah kaum muslim minoritas yang menjadi 5 persen populasi Filipina dan berpusat sebagian besar di bagian selatan negeri ini. Diketahui sebagai "gipsi laut", mereka menangkap ikan dan kerang serta mutiara.


Mereka tinggal di pedesaan di atas panggung. Sebuah jalan terbuka dari terumbu karang menjadikan mereka dengan mudah menuju lautan lepas.


3. "Kota Catur", Rusia



Sebuah pemukiman yang bertema catur mungkin terdengar seperti sesuatu yang diimpikan oleh Lewis Carroll tapi Republik Kalmykia yang tertinggal telah mengubahnya menjadi kenyataan, meski memakan biaya mahal. Dengan jalanan yang tertata rapi dan istana catur yang megah, pemukiman tersebut didalangi oleh presiden catur yang terobsesi banget dengan catur (Kirsan Ilyumzhinov), namun sebagian besar pemukiman ini sangatlah sepi.


4. "Kota Sampah", Mesir



Manshiyat Naser, yang juga dikenal dengan kota sampah, adalah pemukiman super kumuh di pusat Bukit Mokattam di pinggiran kota Kairo, Mesir. Perekonomiannya berkisar pada pengumpulan dan daur ulang sampah kota. Meskipun kawasan ini memiliki jalan, pertokoan, dan apartemen seperti daerah lain di kota, namun infrastrukturnya sangat kekurangan air bersih, saluran pembuangan, atau listrik.


5. Kota Kurcaci, Tiongkok



Masing-masing penghuninya berukuran lebih pendek daripada 150 cm. Desa pegunungan yang aneh di Kunming ini diciptakan (tergantung pada sumbernya) sebagai tempat yang aman bagi para "kurcaci" Tiongkok yang teraniaya atau sebagai taman hiburan yang "garing".


Akhir-akhir ini kondisinya lebih baik. Selain khusus "kurcaci", desa ini sempat dianggap aneh mengingat adanya rumah jamur aneh yang mengotori pemandangan di sana, kostum abad pertengahan yang dipakai para penghuni mungil tersebut dan sejumlah musik aneh yang digunakan untuk menarik perhatian para pengunjung.


6. Desa Tanpa Kasur Kapuk, Indonesia



Pada awalnya Kasuran Barat di Desa Margodadi dan Kasuran Timur di desa Margomulyo agak berbeda dengan desa lain yang relatif berkembang dengan baik di Tanah Air. Baik di Kabupaten Seyegan, Kabupaten Sleman, mereka memiliki infrastruktur yang baik, termasuk jalan, listrik, sekolah, pasar dan toko kecil yang menjual komoditas pokok.


Namun mereka memiliki perbedaan yang unik. Tidak ada kasur kapuk yang ditemukan di daerah tersebut, karena pemahaman tabu jaman dulu yang mereka anut (kapuk adalah serat yang diambil dari biji polong pohon kapuk tropis). Hal ini sangat ironis, karena "kasuran" berasal dari kasur, kata serapan Bahasa Jawa.


Kasur katun bukan barang mewah, dan bisa ditemukan di kebanyakan rumah. Biaya tidak menjadi masalah bagi sebagian besar penduduk desa Kasuran, yang kebanyakan tinggal di rumah permanen atau semi permanen.


Menurut Pudjinem, seorang nenek dan pemilik sebuah toko kecil di Kasuran Timur, pemahaman tabu tersebut telah berlaku sejak desa tersebut didirikan. "Jika ada yang melanggar, dia akan menghadapi bencana seumur hidupnya."


7. Kota Bawah Tanah, Australia



Coober Pedy adalah sebuah kota di utara Australia Selatan. Warga kota ini memilih untuk tinggal di bawah tanah untuk menghindari panas padang pasir di siang hari yang brutal di atas permukaan tanah. Sebagian besar penduduk setempat memilih untuk tinggal di "dugouts" atau rumah bawah tanah yang secara harfiah digali dengan cangkul.


Menggali rumah di bawah tanah kota ini harganya hampir sama dengan membangun bangunan di atas tanah. Ini karena kota tersebut dikenal sebagai "ibukota" batu opal dunia. Ada banyak laporan penggali yang membayar seluruh biaya rumah baru mereka, dengan menggunakan opal yang mereka temukan selama proses penggalian. 

Menurutmu kota manakah yang paling aneh di antara ketujuh kota tersebut?. 

Related Posts
Annisa
Just a girl who likes to scribble on paper and dreams that her work can be read by many people.

Related Posts

Post a Comment

close