Resmi Dilantik Prabowo, Ini Deretan Tugas Rocky Gerung di Wantimpres
Presiden Prabowo Subianto telah resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Salah satu nama yang paling menyorot perhatian publik adalah masuknya akademisi dan pengamat politik, Rocky Gerung.
Langkah politik ini memicu antusiasme publik yang ingin mengetahui apa peran sebenarnya dari seorang Rocky Gerung di Wantimpres. Dalam keterangannya usai pelantikan, Rocky membeberkan sejumlah tugas krusial yang diembannya untuk membantu mengawal jalannya pemerintahan ke depan.
1. Menjaga Kedudukan Etis Kebijakan Negara
Menurut Rocky, Presiden Prabowo memberikan pesan khusus bahwa Wantimpres memiliki fungsi normatif yang berfokus pada ranah etis, bukan teknis operasional. Artinya, lembaga ini tidak mengurus hal-hal teknis kementerian, melainkan menyoroti ekses atau dampak dari sebuah kebijakan. Tugas utamanya adalah memastikan setiap arah kebijakan pemerintah tidak menyimpang dari visi besar yang telah ditetapkan oleh Kepala Negara.
2. Mengawal Janji Kampanye Presiden
Sebagai penasihat, anggota Wantimpres dituntut untuk memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai rel. Rocky menegaskan bahwa lembaganya bertugas mengawasi arah kebijakan agar selalu selaras dengan janji-janji kampanye Prabowo Subianto serta tema pembangunan yang ingin diwujudkan pada periode ini.
3. Memonitor Dinamika Politik dan Kebudayaan
Selain memberikan pertimbangan kebijakan, peran Rocky Gerung di Wantimpres juga mencakup fungsi pemantauan yang lebih politis. Ia dan anggota dewan lainnya bertugas memonitor situasi politik nasional serta perkembangan kebudayaan masyarakat. Seluruh masukan dan diskusi di dalam Wantimpres harus dilandasi oleh tanggung jawab etis masing-masing individu, tanpa membawa agenda atau kepentingan kelompok tertentu.
4. Bertindak Sebagai "Oversight Committee" Publik
Rocky menganalogikan posisi Wantimpres layaknya sebuah oversight committee (komite pengawas) dalam perusahaan besar, namun dengan fokus pada urusan tata kelola publik. Lembaga ini tidak diperuntukkan untuk menjawab keluhan teknis harian, melainkan memantau dan mengevaluasi program pemerintah secara makro.
Peran ini membutuhkan ketajaman naluri dan keahlian khusus untuk berani menunjuk letak kesalahan, terutama terkait bagaimana publik mempersepsikan kekuasaan. Tantangan terbesarnya adalah merumuskan pertimbangan agar pemerintah mampu mengelola persepsi tersebut menjadi hal yang positif dan produktif bagi kemajuan negeri.
Masuknya tokoh kritis ke dalam lingkar penasihat istana menunjukkan dinamika baru dalam pemerintahan Prabowo Subianto, di mana evaluasi dan pengawasan etis kini mendapat porsi yang signifikan melalui keanggotaan Wantimpres.
Post a Comment