MAH Channel, 24 April 2026 – Nilai tukar rupiah kembali melemah tajam terhadap dolar Amerika Serikat dan berdampak langsung pada pelemahan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun signifikan lebih dari 3% pada perdagangan hari ini.
Pada sesi perdagangan pagi, IHSG mengalami penurunan sebesar 3,06% atau sekitar 225 poin ke level 7.152. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi yang telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Rupiah Melemah, Tekan Sentimen Pasar
Pelemahan rupiah menjadi faktor utama yang menekan kinerja IHSG. Mata uang Garuda sempat berada di kisaran Rp17.293 per dolar AS, mendekati level terendah sepanjang sejarah.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan dolar AS secara global, yang tercermin dari naiknya indeks dolar (DXY). Selain itu, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia juga turut memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.
Aksi Jual Mendominasi Bursa
Sepanjang perdagangan, mayoritas saham mengalami penurunan. Tercatat ratusan saham berada di zona merah, sementara hanya sebagian kecil yang mampu menguat.
Nilai transaksi pasar mencapai lebih dari Rp13 triliun, dengan volume perdagangan puluhan miliar saham. Kondisi ini menunjukkan tingginya aktivitas jual di pasar saham domestik.
Saham-saham unggulan (blue chip) juga tidak luput dari tekanan. Beberapa emiten perbankan besar mengalami penurunan harga yang cukup dalam seiring sentimen negatif pasar.
Intervensi Bank Indonesia Jadi Sorotan
Di tengah pelemahan rupiah, Bank Indonesia (BI) disebut telah melakukan berbagai langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan peningkatan imbal hasil instrumen keuangan berbasis rupiah.
Namun, efektivitas kebijakan ini masih dipertanyakan oleh pelaku pasar, terutama di tengah ketidakpastian global dan dominasi penguatan dolar AS.
Tren Koreksi IHSG Berlanjut
Penurunan IHSG hari ini memperpanjang tren negatif dalam beberapa hari terakhir, dengan akumulasi pelemahan yang cukup signifikan sepanjang pekan ini.
Sebelumnya, IHSG juga sempat turun lebih dari 2% akibat tekanan serupa dari pelemahan rupiah yang menembus rekor terendah.
Pelemahan rupiah yang mendekati level terendah sepanjang sejarah menjadi katalis utama koreksi IHSG. Kombinasi faktor global seperti penguatan dolar AS dan kekhawatiran fiskal domestik membuat pasar keuangan Indonesia berada dalam tekanan.
Investor saat ini cenderung berhati-hati, menunggu kejelasan arah kebijakan serta stabilitas nilai tukar sebelum kembali masuk ke pasar saham.

Post a Comment